Kini Aku Bisa Bersekolah……

Posted: 20 November 2009 in Hanya Sekedar Tugas Dari Dosen

Suara ayam tiba-tiba menggema menerangi kegelapan malam yang telah dilalui oleh waktu. Awan hitam pekat masih terlihat begitu jelas di langit. Awan itu adalah bekas kegelapan yang masih disisakan malam saat warna bulan yang perlahan-lahan memudar seiring datangnya hawa pagi. Terlihat begitu cerahnya wajah dunia menyambut datangnya warna pagi, seakan bersyukur atas karunia sang pencipta yang telah mendatangkan pagi sebagai waktu dimana mereka bangun dengan semangat bekerja seperti biasanya. Cahaya gelap itu semakin memudar terganti oleh terangnya pagi. Kini, Adi bangun dari tidurnya yang lelap terbawa ke dunia tidur kembali menatap indahnya mentari pagi.

Di kaca jendelanya yang hampir reyot, ia melihat senyum pagi hari ini. Sudah saatnya ia kembali bekerja. Menjual sisa ubi kayu yang penuh dengan kerumunan semut. Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, segera saja Adi mengambil beberapa ikat ubi kayu dan menaruhnya di sebuah timba kecil yang sangat sederhana. Setelah itu ia langsung pergi berjualan mengelilingi desanya yang sangat luas.Setelah berjam-jam kelelahan mengelilingi desa namun sayangnya kelelahannya itu tak sepadan dengan uang uang dihasilkannya.Ia sejenak beristirahat di bawah pohon yang rindang. Ia mengambil sebuah buku ilmu pengetahuan. Buku itu adalah buku bekas pemberian Asrul, sahabat dekatnya saat Asrul masih SMP.

Adi sangat senang membaca buku pelajaran yang mengungkap rahasia-rahasia dan keunikan alam di sekitarnya. Dan setiap Adi membaca buku itu, Adi selalu mencurahkan harapannya.“Aku ingin sekali bersekolah. Bersekolah adalah dunia tempat meraih ilmu. Tempat meraih cita-cita yng dibanggakan setinggi langit. Tempat untuk meraih kesuksekan di masa depan. Hanya orang berkeinginan tinggilah yang berhak mengenyam pendidikan di dalamnya .Termasuk aku” Ucap Adi dalam gemetaran bibirnya. Andai saja ikatan ekonomi tidak merampas haknya, tentu saja duduk di bangku sekolah, menerima pelajaran yang tentu menjadi impiannya di masa yang akan mendatang. Dan, setelah ia mengenyam halaman-halaman dari bukunya, ia bertemu dengan anak-anak sekolah dengan wajah riang kembali ke rumah. Dan sebagai tetangga sekaligus sahabat terbaik tentu saja Adi sangat mengenal mereka.

Mereka adalah orang-orang berada. Lebih berada daripada dirinya sekarang. Saat menyapa anak-anak sekolah, Adi melihat seorang kakek tua sedang mengemis pada anak-anak sekolah. Bukannya memberi uang atau sedekah lainnya, tapi anak-anak sekolah itu malah meledeknya panas dan semena-mena. “Huh, Dasar pengemis ! Taunya Cuma minta uang doang, ! Siapa suruh jadi orang miskin.”Kakek itu malah tersenyum, dengan lembut kakek itu berkata “ya sudahlah, jika kalian tidak mau memberi sedikit saja sadaqah untuk kakek, kakek akan menjauhi kalian”Lalu kakek itu menemui Adi. “Nak, tolong beri kakek sedikit uang, kakek tidak makan 2 hari. Tubuh kakek lemas sekali nak”.Adi merasa sangat iba. Ia melihat uang di kantongnya hasil berjualan ubi kayu tadi, juga bekal yang dibawanya dari rumah.

Sebenarnya, uang itu akan ia kumpulkan supaya bisa bersekolah layaknya anak-anak umumnya.Tapi ternyata, dengan kemurahan hati Adi, ia memberikan uang itu dan juga bekalnya, “Ini kek, makan bekal yang saya bawa. Dan uang ini, mudah-mudahan kakek bisa menggunakannya untuk menyambung hidup kakek”Kakek itu senang sekali menerima pemberian Adi, dan dengan wajah cerah berseri-seri Ia pergi. Tetapi ketika Adi melirik, kakek itu sudah tidak kelihatan lagi. Adi sedikit tercegang karena langkah kakek itu sangat cepat. Tiba-tiba Asrul mendekatinya setelah keluar dari gerbang sekolah.“Adi, Adi, aku membawa kabar gembira untukmu. Sesuatu yang sangat kamu harapkan kini telah kamu dapatkan !!”“Apa, Rul ? ““ kepala sekolah menerima kamu untuk mendapat fasilitas bersekolah gratis disekolahku. Ia tahu kamu mempunyai harapan yang sangat besar untuk bersekolah. Sebelum itu, aku menceritakan harapanmu yang ingin bersekolah. Aku berkata padanya bahwa kamu ingin sekali bisa bersekolah tetapi kamu tidak mampu.

Meskipun begitu, kamu tidak merasa putus asa dan kamu belajar dengan tekun dan pantang menyerah. Ternyata, kepala sekolah sangat kagum padamu setelah mendengar perjuanganmu untuk bisa sekolah. Beliau sangat kagum dengan perjuanganmu yang tiada tara untuk mewujudkan harapanmu yang selama ini harus dipendam dalam-dalam karena ikatan ekonomi yang menjadi selama ini kendala bagimu untuk mewujudkannya. Jarang-jarang loh ada anak seteguh kamu. Kamu benar-benar anak yang hebat, Andi, aku kagum padamu.Andi, ia sangat berharap kamu menerimanya agar dapat menjadi generasi muda yang bisa membawa nama sekolah ke masa depan yang cerah. Ia juga berharap setelah ia menerimamu untuk bersekolah kamu tidak menyia-nyiakan kesempatan cemerlang ini untuk menjadi siswa yang berprestasi di sekolahnya!”Adi terkejut. Dadanya terasa sesak namun kebahagiaan itu kini terukir indah di hatinya.

Ia tak percaya, kini harapan besarnya untuk bisa bersekolah telah ada di genggaman tangan kecilnya. Kerja keras yang membakar kulit dan doa-doa yang berlumur tangis, kini telah terwujud. Ia langsung memeluk Asrul dan berjanji akan belajar keras di sekolah barunya demi meraih masa depan yang cemerlang.………………………………..Kini ia telah mengenakan baju sekolah dengan gagah. Ia melangkah dengan hormat dan mulai memasuki pintu sekolah yang penuh dengan cahaya ilmu. Wajahnya berseri-seri dan siap meraih ilmu yang ia rindukan. Dan dalam tekadnya ia akan memimpin menjadi generasi yang dapat membawa nama bangsa ke depan cahaya ilmu yang berkilauan. Dan kini ia yakin, ia dapat menentukan nasib bangsa di masa mendatang. Sekarang dan sampai akhir hayatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s