Penalaran, Proposisi, Data, dan Fakta

Posted: 24 March 2010 in Hanya Sekedar Tugas Dari Dosen

Penalaran

Penalaran adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera yang menghasilkan sejumlah cara-cara(konsep) dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Inilah proses yang disebut menalar.

Contoh penalaran moral :
Orang non kulit putih hidup di Amerika dan berjuang bagi masyarakat Amerika dalam jumlah yang tak terhingga, dan menyumbangkan tenaga murah kepada masyarakat Amerika, dan dengan demikian memungkinkan orang lain hidup secara lebih baik.Namun orang non kulit putih tidak merasakan keuntungan masyarakat Amerika dimana mereka hidup, berjuang, dan memberikan sumbangan. 41 % orang kulit negro hidup dibawah garis kemiskinan sedangkan kulit putih hanya 12 %. Kematian bayi lebih tinggi dibandingkan dengan bayi kulit putih. Negro menyumbangkan 11% tenaga kerja namun mereka hanya mendapatkan 6% pekerjaan teknis dan profesional, 3% manajerial, 6 % ahli dalam perdagangan. Diskriminasi yang mencegah orang keluar dari masyarakat yang mereka beri sumbangan adalah tidak adil.

Standar moralnya :
Sebuah masyarakat bersikap tidak adil jika tidak memperlakukan minoritas setara dengan orang kulit putih.

Informasi faktual :
41 % orang kulit negro hidup dibawah garis kemiskinan sedangkan kulit putih hanya 12 %.

Penilaian moral :

Masyarakat Amerika bersikap tidak adil

Proposisi

Proposisi merupakan unsur pokok kedua dari penalaran, yaitu membuat putusan, sebagai kegiatan mental/pikiran, yang diekspressikan secara verbal dalam proposisi.Setiap proposisi selalu mengandung ketiga unsur. Itu sebabnya setiap proposisi selalu berupa kalimat, meskipun tidak setiap kalimat adalah proposisi.

Unsur-unsur proposisi

a. Term subyek : hal yang tentangnya pengakuan atau pengingkaran ditujukan.

b. Term predikat : apa yang diakui atau diingkari tentang subyek

c. Kopula : penghubung (adalah, bukan/tidak) antara term subyek dan term
predikat, dan sekaligus memberi bentuk (pengakuan atau
pengingkaran) pada hubungan itu.

Data
Beberapa Pengertian Data:

• Data adalah fakta berupa angka, karakter, symbol, gambar, tanda-tanda, isyarat, tulisan, suara, bunyi yang merepresentasikan keadaan sebenarnya yang selanjutnya digunakan sebagai masukan suatu Sistem Informasi.

• Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi (data is the description of things and events that we face).

• Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.

• Data adalah bahan yang akan diolah/diproses berupa angka-angka, huruf-huruf, symbol-simbol, kata-kata yang akan menunjukkan situasi dan lain lain yang berdiri sendiri .

• Dalam bahasa sehari-hari data adalah fakta tersurat (dalam bentuk catatan atau tulisan) tentang suatu obyek.

• Dalam dunia komputer data adalah segala sesuatu yang dapat disimpan dalam memori menurut format tertentu.

• Data adalah fakta yang sudah ditulis dalam bentuk catatan atau direkam ke dalam berbagai bentuk media 8. Data merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi.

Fakta

Fakta (bahasa Latin: factus) ialah segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia. Catatan atas pengumpulan fakta disebut data[1].

Fakta seringkali diyakini oleh orang banyak (umum) sebagai hal yang sebenarnya, baik karena mereka telah mengalami kenyataan-kenyataan dari dekat maupun karena mereka dianggap telah melaporkan pengalaman orang lain yang sesungguhnya [2]

Dalam istilah keilmuan fakta adalah suatu hasil observasi yang obyektif dan dapat dilakukan verifikasi oleh siapapun.

Diluar lingkup keilmuan fakta sering pula dihubungkan dengan:

* Suatu hasil pengamatan jujur yang diakui oleh pengamat yang diakui secara luas
o Galat biasa terjadi pada proses interpretasi makna dari suatu observasi.
o Kekuasaan kadang digunakan untuk memaksakan interpretasi politis yang benar dari suatu pengamatan.

* Suatu kebiasaan yang diamati secara berulang; satu pengamatan terhadap fenomena apapun tidak menjadikan itu sebagai suatu fakta. Hasil pengamatan yang berulang biasanya dibutuhkan dengan menggunakan prosedur atau definisi cara kerja suatu fenomena.

* Sesuatu yang dianggap aktual sebagai lawan dari dibuat
* Sesuatu yang nyata, yang digunakan sebagai bahan interpretasi lanjutan
* Informasi mengenai subyek tertentu
* Sesuatu yang dipercaya sebagai penyebab atau makna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s